KPR Properti Ini Menguntungkan atau Jadi Beban?
Tool ini membantu Anda membaca apakah cicilan KPR masih sehat terhadap pemasukan sewa, atau justru membuat properti harus ditopang terus dengan uang lain.
Jawaban singkat
KPR sehat jika sewa bersih masih cukup menutup cicilan dan tetap ada buffer.
Bahasa awamnya
Kalau tiap bulan harus nombok, berarti utangnya terlalu berat.
Bahasa profesionalnya
Investor biasanya mengecek DSCR, cashflow, dan negative leverage.
NOMBOK
Pemasukan sewa belum cukup menutup cicilan dan biaya rutin.
DP yang perlu disiapkan
Rp 450.000.000
Sewa impas minimal
Rp 15.674.099/bulan
Plafon pinjaman
Rp 1.050.000.000
Banyak pembeli fokus ke cicilan promo atau asumsi sewa terbaik. Mereka lupa memasukkan vacancy, biaya rutin, dan fase bunga setelah promo berakhir.
Lihat tiga hal sekaligus: sisa uang per bulan, DSCR, dan sewa impas minimal. Tiga angka ini membantu Anda tahu apakah leverage masih masuk akal.
Apa itu leverage properti dalam bahasa sederhana?
Leverage berarti membeli properti dengan bantuan utang, biasanya KPR. Kalau hasil properti lebih kuat dari beban utangnya, leverage bisa membantu. Kalau tidak, leverage jadi beban.
Tanda KPR properti mulai berbahaya itu apa?
Tanda paling sederhana adalah Anda harus nombok rutin tiap bulan untuk menutup cicilan dan biaya. Tanda lain adalah DSCR terlalu tipis dan tidak ada buffer saat unit kosong.
Apakah properti dengan KPR selalu jelek?
Tidak selalu. KPR bisa masuk akal kalau hasil bersih properti masih cukup menutup cicilan dan masih ada ruang napas. Yang berbahaya adalah masuk utang hanya karena tergiur DP kecil.
Setelah KPR-nya Terlihat
Lanjutkan ke hasil bersih properti dan simulasi bank supaya keputusan pembiayaan tidak hanya berdasar feeling.